Peran Guru Bimbingan dan Konseling



Peran Guru BK dalam Pembelajaran



Guru BK mempunyai peran yang sangat besar di dalam penanganan ketidak patuhan siswa. Diantara peran guru BK tersebut diantaranya adalah:
1.        Pemahaman, Guru BK berusaha untuk memahami siswa berkaitan dengan perilaku, kenapa, mengapa, termasuk juga bagaimana untuk bias mengerti latar belakang dari tindakan siswa.
2.        Pencegahan, Guru BK berusaha untuk mencegah perilaku siswa yang tidak patuh terhadap gurunya.
3.        Pengentasan, Guru BK berusaha untuk merubah perilaku siswa yang tidak patuh terhadap guru, agar kemudian bias merubah sikapnya untuk lebih patuh terhadap guru.
4.        Pemeliharaan dan pengembangan
Dalam hal ini guru BK harus mampu membina dan menjaga suasana yang telah ada agar tetap dan bahkan bias lebih meningkat. Sehingga ketidak patuhan siswa terhadap guru dapat ditangani dengan baik.
Pengembangan kemanusiaan seutuhnya hendaknya mencapai pribadi-pribadi yang kediriannya matang, dengan kemampuan sosial yang menyejukkan, kesusilaan yang tinggi, dan keimanan serta ketaqwaan yang dalam. Tingkat ketidak patuhan siswa kepada guru maupun orang tuanya di rumah merupakan gejala kurang berkembangnya dimensi sosial dan kesusilaan siswa.

Rencana Pelaksanaan Kegiatan


Perangkat BK di Sekolah

Salam Konseling! 
Malam ini saya mau shared kepada teman/sahabat dan yg membutuhkannya.
Saya baru mendapat pengalaman baru dalam melaksanakan BK di Sekolah yaitu membuat Perangkat BK. saya yakin semua sudah tahu apa dan bagaimana perangkat BK itu, tapi saya ingin membahas balik saja karena ini pengalaman pertama saya.
yang saya dapat didalam pengalaman saya membuat perangkat BK itu terdapat Sejumlah Program BK itu dari Program Harian sampai Tahunan. bagi para Konselor/GBK pasti sudah tidak asing lagi dalam membuat Program BK, ya program ini berguna untuk kita para Konselor disekolah agar dapat melaksanakan sejumlah layanan BK sesuai bidangnya secara teratur dan sistematis. Adapun cara pembuatannya menurut saya cukup mudah hanya saja kita haruslah memperhatikan beberapa aspek baik itu adalah Perkembangan Anak didik kita berserta Kebutuhannya selain itu kita harus mengetahui keadaan lingkungan sekolah. dengan begitu saya rasa kita akan mudah membuat Program BK dan kita dapat melaksanakan program kita dengan maksimal.
Selain Program BK dalam perangkat BK terdapat Satuan layanan yang kita buat juga. Dulu saya telah belajar membuat satuan layanan makanya dalam menyusun perangkat BK saya membuatnya dengan mandiri ikut cara lama, tapi setelah saya lihatkan kepada Koordinator BK disekolah saya dia bilang kita tidak lagi memakai format Satlan yang ini (download file untuk melihatnya). Satlan sudah dituangkan dalam bentuk Tabel berupan Rencana Pelaksanaan Layanan BK (RPL BK) ini sesuai yang di dapat dari MGBK yang telah di ikuti oleh Koordinasi BK disekolah. Berhubung saya pegawai baru jadi saya ikut dan diajarinya. Nah disini juga saya dapat pengalaman baru. Hehe

Dalam menyusun RPL BK ternyata hamper mirip dengan membuat Satlan. Menurut saya bedanya terletak pada formatnya kalau SatLan di tuangkan bentuk deskripsi sedangkan RPL BK dalam bentuk Tabel.
dalam Perangkat BK ini ada juga Silabus BK, Laporan Layanan BK, Rincian Minggu Efektif dan lain-lain. Saya rasa rekan-rekan skalian sudah tahu ini dan bahkan sudah begitu memahami ini.
Oya… sahabat konseling juga dapat download contoh Program BK, Silabus BK, RPL BK pada Download Area Web saya ini. Semoga materi saya ini dapat bermanfaat bagi anda semua.
Ini Contoh KLIK RPL ( RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN )

Macam-macam Pendekatan

PENDEKATAN METODE DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING



1.      Pendekatan Psikologis
Sebagai mahluk yang diciptakan oleh tuhan ,anak bimbing harus dipandang menurut tiori homoiestetis.(mekanisme keseimbangan antara berbagai unsur potensi),yakni sebagai manusia ia harus bertumbuh dan berkembang dalam fisik dan mental dalam pola keseimbangan dan keserasian.Antara kehidupan jasmaniah dan rohaniah saling mempengaruhi satu sama lain secara seimbang dan selaras sehingga menjadikan dirinya manusia dewasa yang sehat dan sejahtera lahir dan batin.

Oleh karena itu, pembimbing hendaknya melihat segi sebagai titik tolak memberikan  bantuan kepada anak bimbing. Hindarilah perbuatan apapun yang dapat menghambat proses pertumbuhan dan berkembangnya, misalya dengan memaksakan keheddak pembimbing terhadap mereka mengatakan apa yang tidak selaras dengan bakat dan kemampuan serta ninat mereka

2.      Pendekatan Sosiologis
Kesadaran dengan tanpa orang lain dalam masyarakat, ia taakan bias berbuat apa-apa, dan dengan tanpa bergaul dengan angota masyarakatnya ia takkan memperoleh kesejahteraan dan kebahagian dunia. Suatu tuntutan sosial untuk hidup diatas rasa solidaritas sosial, tanggung jawab sosial, dan rasa ikut bertanggung jawab terhadap baik buruk, maiu mundurnya hidup bermasyarakat adalah menjadi faktor motivatip dalam kegiatan bimbingan dan konsling karena dengan demikian maka proses. sosialisasi anak bimbing yang dilandasi nilai-nilai keimanan dan takwa, akan mampu membentuk sikap mental demikian.

Bimbingan dan Konseling



Definisi Bimbingan Dalam mendefinisikan istilah bimbingan, para ahli bidang bimbingan konseling memberikan pengertian yang berbeda-beda. Meskipun demikian, pengertian yang mereka sajikan memiliki satu kesamaan arti bahwa bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan.

Menurut Abu Ahmadi (1991: 1), bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu (peserta didik) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal dengan jalan memahami diri, memahami lingkungan, mengatasi hambatan guna menentukan rencana masa depan yang lebih baik. Hal senada juga dikemukakan oleh Prayitno dan Erman Amti (2004: 99), Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, atau orang dewasa; agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.Sementara Bimo Walgito (2004: 4-5), mendefinisikan bahwa bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan hidupnya, agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya. Chiskolm dalam McDaniel, dalam Prayitno dan Erman Amti (1994: 94), mengungkapkan bahwa bimbingan diadakan dalam rangka membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri.Read more: Pengertian Bimbingan Konseling.